DSC_6982

Bontang – Komitmen Badak LNG dalam upaya membangun kawasan pesisir kota Bontang, kembali diwujudkan. Kali ini melalui pelaksanaan penurunan transplantasi terumbu karang reef cage di area Pulau Segajah, Bontang Kuala, Rabu (17/10). Mengingat sebagian besar wilayah Bontang terdiri dari kawasan pesisir, laut, dan gugusan pulau-pulau yang memiliki keragaman biota.

Program yang sudah berjalan sejak 2014 silam itu menjadi bagian program besar Bontang Kuala Ecotourism. Yang meliputi susur sungai Belanda, wisata Karang Segajah, Karang Pesilan, Floating Homestay dan wisata bawah laut.

Saat itu Badak LNG mulai melakukan transplantasi terumbu karang dengan metode bioreeftech atau menggunakan batok kelapa. Seiring berjalannya waktu, metode tersebut menjadi kian berkembang. Saat ini digunakan metode reef cage, yang dinilai lebih cepat memacu pertumbuhan terumbu karang.

Director & COO Badak LNG, Gitut Yuliaskar dalam sambutannya memaparkan, hingga saat ini Badak LNG telah berhasil melakukan transplantasi sebanyak 60 unit dengan ukuran diameter 1,5 meter per unit. Dan di 2018 ini Badak LNG akan kembali melakukan transplantasi sebanyak 50 unit dengan nilai Rp 30 juta.

“Rasa syukur kembali kami panjatkan karena di tahun ini, PT Pertamina (Persero) juga memberikan dukungan dalam upaya pelestarian lingkungan perairan kota Bontang oleh Kelompok Masyarakat Kreatif Pesisir (Maskapei) melalui penanaman sebanyak 100 reef cage dengan nilai Rp 70 juta,” tutur Gitut.

Kini program transplantasi terumbu karang telah memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata yaitu Bontang Kuala Ecotourism. Di mana salah satu titik wisata yang ditawarkan adalah snorkeling menikmati keindahan terumbu karang, baik yang masih alami maupun hasil transplantasi.

Program ini menyinergikan potensi wisata bahari dan kuliner. Sehingga diharapkan dapat mendorong sektor ekonomi masyarakat, khususnya di Bontang Kuala dan meningkatkan pendapatan mereka.

Penurunan transplantasi terumbu karang ini membuktikan komitmen Badak LNG dalam upaya membangun kawasan pesisir Bontang. Sekaligus menjadikannya daerah tujuan wisata yang aman dan menyenangkan khususnya di Kaltim.

“Kami berharap penurunan terumbu karang yang sudah berjalan sejak 2014 ini juga dapat semakin membantu menjaga ekosistem terumbu karang dengan baik. Sekaligus menumbuhkan tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir,” harap dia.

Di tempat sama, dukungan dari Pemkot Bontang datang dari Asisten Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah, Zulkifli. Ia mengatakan melalui kegiatan ini sebagian tugas Pemkot Bontang menjadi terbantu. Dengan program Community Development Badak LNG juga beberapa perusahaan lainnya. Sesuai lahirnya Undang-Undang (UU) 23 tahun 2014 tentang sebagian kewenangan untuk perairan laut ini bukan lagi menjadi kewenangan pemerintah kota.

“Harapannya lokasi transplantasi lebih luas lagi. Sehingga terumbu karang yang mengalami kerusakan akan pulih kembali. Melalui sinergi ini dapat menjadi best practice bagi perusahaan di Bontang,” tutupnya.

Leave a Reply

Login dengan:



Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *